Tag

, , , , , , , ,

Analisis website Vivanews.com dilakukan dengan menganalisa penerapan kaidah web usability berdasarkan pada buku Prioritizing Web Usability karya jakob Nielsen. Dalam buku tersebut, ada dua belas poin penting yang harus diperhatikan dalam membangun sebuah website, yaitu:

  1. Nothing to Hide (tak ada yang perlu disembunyikan)
  2. The Web User Experience (pengalaman pengguna web)
  3. Revisiting Early Web Usability Findings (napak tilas web usability)
  4. Prioritizing Your Usability Problems(memprioritaskan permasalhan usability)
  5. Search  (pencarian)
  6. Navigation and Information Architecture (navigasi dan arsitektur informasi)
  7. Typografi: Readability & Legibility (Tipografi: dapat dibaca & mudah dibaca)
  8. Writing  for the Web (penulisan web)
  9. Providing Good Product Information (menyajikan informasi produk dengan baik)
  10. Presenting Page Elements (menampilkan elemen halaman)
  11. Balancing Technology with People’s Needs (menyeimbangkan teknologi dengan kebutuhan manusia)
  12. Design That Works (desain)

Pembahasan website dilakukan sesuai dengan kondisi yang ditemukan pada webiste vivanews.com dengan memperhatikan poin-poin diatas. Selain itu kajian web ini juga merujuk pada Web Bloopers karya Jeff Johnson.

Logo Perushaan

Logo dan nama perusahan merupakan identitas utama sebuah website. Indentitas ini digunakan untuk menghinformasikan kepada pengunjung tetang web yang sedang dikunjungi. Pada web ini, logo yang juga nama website sudah diberikan dengan jelas. Dari namanya saja, pengunjung dapat menangkap bahwa tipe situs vivanews.com merupakan portal berita karena ada kata news dalam alamat situs. Logo website juga ditempatkan pada bagian kiri atas serta menjadi link ke homepage atau beranda. Akan tetapi, dalam logo tidak diberikan slogan (tagline)dari vivanews.com dan juga tidak terungkap bahwa kepanjangan dari VIVA adalah Victory for Indonesia, Victory for All.

Gambar 1. Logo vivanews.com

Keteraturan Layout

Pada halaman beranda vivanews.com berita dikelompokan sesuai dengan kategori masing-masing. Akan tetapi, penempatan kategori satu dengan kategori yang lain sangat terlihat kondisi yang tidak teratur alias berantakan, tidak simetris, dan kesan tidak rapi. Walaupun pengunjung dapat menagatur kategori berdasarkan kebutuhan pengunjung, sesuai pengalaman penulis tidak semua kategori dapat diatur agar terkihat lebih rapi.

Gambar 2. Potongan tampilan beranda

Selain itu, jika kita telah melihat-lihat sambil mencari berita terkini di halaman yang lain dan ingin kembali ke halaman beranda dengan mengklik menu home (gambar rumah), maka kita akan mendapatkan tampilah beranda yang berbeda dengan saat pertama kali masuk dengan mengetikan alamat url situs. Saat pertama kali, kita akan disajikan jumlah kategori yang banyak (terdapat 16 kategori berbeda dalam beranda),  dan jumlah ini menyusut menjadi hanya 4 kategori. Sehingga jika pengunjung ingin melihat berita yang sebelumnya ada di halaman beranda setelah melihat berita lain, maka pengjung berpeluang tidak memperoleh informasi tersebut pada halaman beranda yang baru.

Gambar 3. Tampilah Awal Beranda

Gambar 4. Tampilan Beranda Kedua

Optimasi Whitespace

Pada situs vivanews.com di beberapa kategori dan halaman beranda terdapat whitespace (halaman kosong) yang tidak terisi. Untuk beberapa kasus bisa di maklumi, tetapi kasus yang berbeda tidak bisa dimaklumi sebagaimana gambar 4 diatas. Seharusnya halaman kosong tersebut dapat diisi koten lain sehinga bisa memberikan informasi lebih kepada pemngunjung.

Gambar 5. Whitespace pada beranda

Gambar 6. Whitespace pada halaman  sport